Semalam habis nonton lagi Tears of The Sun, lagi, karena sudah 3 kali. Dan tiap nonton ternyata citarasanya masih sama, malah makin kuat. Ini bukan soal Bruce Willis atau Monica Bellucci-nya, tapi soal ingatanku yang selalu saja hinggap lagi ke Elang Retak. Sakit…tapi aku belajar.
ToTS bukan film bergenre romantic, tapi action militer yang mengajarkan live survivality. Kelak akan kuceritakan pada anak-anakku tentang setting peperangan paling ‘humanis’ dan ‘melankolis’ yang pernah terekam. Sampai sekarang aku masih merasa, cinta yang paling kuat dan bertahan lama adalah yang banyak didera gelombang pasang. Karena pecinta yang kuat seperti pelaut yang hebat, hanya muncul dari tengah samudra yang diterjang badai dahsyat. Karena pertempuran yang tidak membunuhku, adalah episode hidup yang akan menguatkanku.
"…Mati bukan masalah, hidup yang jadi persoalan…", quotes paling inspiratif yang kudapat dari ELANG RETAK, novel militer (juga) yang mengajarkan perjuangan hidup dan perjuangan cinta. Entah, sepertinya aku mulai percaya kata-kata Dian Sastro dalam DTK "…tiap wanita selalu ingin punya cerita dengan bad boys" Karena bersama mereka seperti berenang di lautan adrenalin yang penuh kejutan. Seperti melayang di atas gantole mimpi-mimpi. Spontan. Riang. Tajam. Pengalaman pribadi yang tak terlupakan.
Semua indah. Semua aku setujui. Semua aku nikmati.
Sampai saat perpisahan itu datang, menusukkan belati tajam dan menggedor sel-sel kelabu otakku untuk dua baris kata "…Sadarlah, rasionallah…"
Hhh…akhirnya aku ter-sadar, untunglah aku kembali rasional.
Betul kata Dian Sastro. Wanita (sepertiku) butuh seseorang yang menantang. Aku menginginkan El
ang yang terbang bebas dan jadi penguasa angkasa.
Tapi jangan ELANG RETAK…tolong bukan elang fatalis yang utopis dan egois. Aku tidak ingin mati rindu menunggunya yang terus saja bereksperimen terbang tanpa tahu kapan kembali berpijak. Aku takkan sanggup menunggunya menaklukkan kerajaan-kerajaan angkasa yang lain. Aku cuma membutuhkan elang yang bijak dan tenang. Kelak, bila sampai masanya langit di atasnya retak karena pertempuran dahsyat, dia akan tetap hidup dan segera membawaku terbang jauh.
Sekarang aku merasa lebih nyaman dengan kata-kata dr Jean Grey (X-Men) "…women comes with badboys, but go home with good boy…"
Ada baiknya membuatkan sarang sebelum mengajar terbang, dan membuatkan perahu layar sebelum mengajak berenang. Apa para lelaki cukup cerdas, sadar dan rasional untuk mencerna ini?
"…satu kali dia datang
lalu pergi bersama malam yang terus berdentang
Bukan soal mengapa dia menghilang
karena semua cuma tentang menjadi pejuang
Terimakasih telah datang
meski akhirnya harus pulang
kau…memang layak dikenang"
———————————————————————————————————-\
Hhh, biarpun berat aku yakin bisa melupakanmu dan memenangkan pertarungan batin ini.
RIP : Saat Sang Pencuri Beraksi »« Bertemu Senyum Delisa
Hem.., kadang menyadarakan ‘elang retak’ memang harus dengan meninggalkannya dan memaksanya sadar bahwa yang harus dimenangkan itu kenyataan. Biarkan Elang retakmu menemukan kenyataannya….walaupun banyak orang mengatakan terlambat.
Sip! Biarkan Elang Retak itu menemukan kenyataannya…walaupun aku belum tentu mau menunggunya.
Fair kan?
fair…, konsekuensi berani jadi elang ya harus berani ambil resiko terburuk dari ‘ke-elangan-nya’…, kalo enggak mendingan dia jadi Tweety saja he..he..
Aaargh! Ga asik! Ga ‘apple to apple’.
Mana bisa elang dibandingin sama tweety? Elang kan identik dng pejantan, tweety imagenya betina…Lagian, itu namanya justifikasi buat para elang yang ga kunjung dewasa, hahaha…!
Oh gitu yah….., banyak elang yang gak dewasa dewasa berlindung diungkapan bahwa dia harus siap ambil resiko terburuk dari keelangannya ?
Bener sih Pit, apalagi kalo elangnya ambil resiko terburuknya dengan nyakitin si Tweety…. dengan mengajak terbang tapi gak nyiapin sarang…
Ups! Ada yang merasa Kak?
Tulisan ini (sebagiannya) emang diniatin untuk itu koq, hahaha…!
Masya Allah..mba pit, kenapa kita begitu mirip. Waktu liat blogs mu seperti melihat cermin diri. Elang…sebutan yang sama untuk seseorang yang spesial.Tapi Elangku tidak retak..ia hanya telah menemukan sarangnya.Ok..deh add aku ya
Wow! padahal di dunia nyata kita bener2 berbeda ya Non? Ngrasa kan narsis ku yang luar biasa ketemu sama damaimu yang bersahaja? Blogmu juga bagus banget Sobat…;) Keep in touch ya!
hmmmmh,
aku ndak mau elang retak…
maunya elang yang sedang terbang..
mengajakku terbang,
menuju matahari.
^_^
Iyaa..tau..tapi kalo sekarang dia masiy jadi ‘baby eagle’ dan lebih sering berputar2 gundah di angkasa ketimbang mengajakmu bercengkrama menunggu tenggelamnya matahari senja, kamu masih akan siap menunggunya lebih lama?
Aaaarrrgh! Kita punya target kehidupan bosz! Gw masih pingin punya sekolah, 5 anak, satu kesebelasan sepakbola keluarga, dan bulan madu di Mahameru!
Ada baiknya membuatkan sarang sebelum mengajar terbang, dan membuatkan perahu layar sebelum mengajak berenang. Apa para lelaki cukup cerdas, sadar dan rasional untuk mencerna ini?
[nice quote, aku ketawa ngakak pas baca ini. salam kenal]
Bwt the ngodod : temennya Kak Arif ya? yang fotonya narsis bgt bareng bliau itu kan? Salam kenal juga, Kak! Ngakak baca quote ‘bijak’ ku? Jangan2 sama-sama ‘bandel’ juga kya Kak Arif ya? wekekeke…!;)
Bwt husNa : ga usah tawa-tawa lw Na, kena batunya tau rasa! mang lw mau sama yang ngajak terbang keluyuran dan sms tengah malam tapi ga cukup berani ambil keputusan? Weeeeek…!;b
Jangan2 sama-sama ‘bandel’ juga
[hehehe..., tapi tertarik kan, dengan badboys yang sistematis dan punya step jelas? wakakakaka]
waduh..kok jadi aku yg dianggap bandel…, odong tuh…! (Nama aslinya odong Pit…)
Sudahlah,sesama orang bandel dilarang saling mendahului…:)
Hmmm, kaya’nya BadBoys yang sistematis dan punya step jelas itu cuma Will Smith ya?
Kalo dia masuk islam, jadi ikhwan dan nyari ‘yang kedua’, boleh juga, hahahaha!
hey2, cuma nulis “haha” aja, langsung di-suudzhonin gitu..
istighfar kau bu…
hey2 juga, cuma nulis “ga usah tawa2 lw Na, kena bantunya tau rasa! mang lw mau sama yang ngajak terbang keluyuran dan sms tengah malam tapi ga cukup berani ambil keputusan” aja, langsung di komen-in sudah meng-su’udzhon-in. Istighfar bareng-bareng aja yuks, hihiihi…!
Gila! cinta bgt lw sama gw sampe di dunia maya pun ga bisa melepaskan gw, wakakaka!
gak kebalik pit, hmmmmmh?
apa jadinya kau hidup tanpaku?